Berkenalan dengan Codeigniter

Saya mulai berkenalan dengan codeigniter saat dia masih versi 7.2 hingga sekarang sudah sampai versi 2.0.2. Sudah banyak orang menggunakan framework ini sebagai core base portfolio mereka. Karena alasan mudahnya dipelajari dan dengan dokumentasi yang sangat luar biasa jelas.

Dengan menggunakan metode MVC-nya yang sudah menjadi base dalam setiap pengembangan framework sekarang ini. Dimana adanya pemisahan antara Proses bisnis, Controller dan View(tampilan). Team support dari mereka juga lumayan cepat dalam menanggapi setiap masalah/bug yan kita ajukan.

Oke sekarang, mari kita lihat struktur dasar dari Codeigniter

 

Struktur folder Codeigniter
Struktur folder Codeigniter
  • application
    merupakan folder yang akan menjadi base dari aplikasi web kita. Semua yang perlu kita tambahkan dan atau delete ada pada folder ini
    • cache: folder file cache
    • config: semua konfigurasi aplikasi ada pada folder ini
    • controllers: class controller ditempatkan pada folder ini
    • errors: tampilan error handler
    • helpers: helper function ditempatkan difolder ini
    • hooks: jika diperlukan melakukan injeksi code terhadap core system bisa dilakukan pada folder ini
    • languages: karena CI sudah mendukung multi language, jadi seluruh file-file language ditaruh disini
    • libraries: class-class yang sekiranya bisa dipakai berulang-ulang bisa ditempatkan disini
    • logs: tempat system menaruh log
    • models: file proses bisnis aplikasi
    • third_party: jika diperlukan tambahan tool dari opensource lainnya bisa ditempatkan disini
    • views: semua template ditaruh pada folder ini
  •  system
    merupakan folder sistem. Sebaiknya jangan pernah merubah isi dari folder ini, biar mudah jika melakukan update pada core system. Isi folder disini tidak saya jelaskan karena tidak ada perubahan disini.
  • index.php

Jadi demikian struktur dasar dari Codeigniter, pada post berikutnya saya akan memberikan tutorial instalasi codeigniter.